Ciri-ciri Tanaman Hias Janda Bolong Kena Penyakit dan Cara Mengatasinya

  • Whatsapp
Tanaman hias janda bolong
Tangkapan layar tanaman hias janda bolong di mesin pencari Google

Ciri-ciri tanaman hias terkena penyakit

Profesor menjelaskan, ada beberapa ciri yang terlihat dari suatu tanaman yang terkena penyakit.

Misalnya, penyakit yang disebabkan oleh jamur biasanya ditandai dengan munculnya bercak-bercak pada daun. Sementara jika diakibatkan oleh bakteri, biasanya dahan atau tanaman tersebut akan layu.

Bacaan Lainnya

Guru Besar bidang ilmu penyakit tumbuhan pada Departemen Hama dan Penyakit Tanaman Faperta Unpad ini menerangkan, serangan penyakit pada tanaman jauh lebih berat daripada serangan hama.

“Serangan hama mudah terlihat karena makhluknya ada, sedangkan kalau penyakit, begitu muncul bakterinya di mana kita tidak tahu,” jelas Prof. Tarkus.

Sementara proses pengobatan juga tidak akan seratus persen menghilangkan penyakit. Pengobatan penyakit hanya untuk menekan laju berkembang biak dari jamur atau bakteri. Namun, tidak sampai membunuh atau menghilangkan bakteri tersebut.

“Jika ada kesempatan yang baik, seperti masuknya musim hujan, bakteri akan berkembang biak lagi. Penyakitnya muncul lagi,” kata Prof. Tarkus.

Oleh sebab itu, pemilik tanaman sebaiknya melakukan tindakan pencegahan agar tanaman hias tidak mudah terkena penyakit. Cara efektif untuk menekan penularan penyakit adalah mengatur jarak dengan tanaman lainnya.

Usahakan juga untuk tidak menanam tanaman secara homogen di taman. Ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit dari tanaman homogen.

“Penyakit yang menyerang satu jenis tanaman tidak akan menyerang tanaman dengan jenis lainnya. Sebagai contoh, tanaman mawar maka bisa diselingi dengan menanam tanaman hijau. Penyakit pada mawar tidak akan menyerang ke tanaman hijau,” paparnya.

Bila ada bagian tanaman yang mati akibat penyakit, sebaiknya dipisahkan untuk mencegah penyakit menyebar ke bagian tanaman lainnya. Sisa dahan yang dipotong harus segera dibuang atau dikubur. Ini dilakukan agar penyakit tidak bisa melakukan kontak ke tanaman lain.

Penggunaan fungisida untuk mencegah penyakit bisa dilakukan. Pemilik bisa menggunakan fungisida sistemik untuk mencegah penyakit atau fungisida kontak jika tanaman sudah terkena penyakit.

“Penggunaan ekstrak tanaman juga dimungkinkan, tetapi harus dikonsultasikan dulu, karena penggunaannya tidak bisa dipukul rata,” kata Prof. Tarkus. (*)

 

 

Sumber: simmanews.com

Editor: Iman Herdiana