Pemkot Bandung Rancang Kebijakan Mini Lockdown Sesuai Arah Jokowi

  • Whatsapp
penutupan jalan bandung
Petugas Polisi dan Dishub berjaga saat penutupan sejumlah ruas jalan di Kota Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Minggu (29/3) foto:radarbandung.id

HALOBDG.com – Pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Bandung akan membuat kebijakan mini lockdown di Kota Bandung. Hal itu dilakukan sesuai dengan intruksi presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengaku akan segera menindaklanjuti intruksi tersebut. Terlebih katanya, Wali Kota Bandung sudah mengarahkan terkait rencana penerapan mini lockdown di daerah dengan tingkat penyebaran Covid-19 yang relatif masih tinggi.

Bacaan Lainnya

“Kita tentu akan menindaklanjuti itu, apa yang diarahkan wali kota basisnya kepada kasus di masing-masing wilayah. Teknis akan dibahas,” ujar Ema dikutip dari RRI, Kamis (01/10/2020).

Menurut Ema, Kota Bandung, salah satu wilayah yang masih berada pada zona merah yaitu Kecamatan Cicendo meski tidak semua kelurahan berada pada zona merah.

Untuk itu, pihaknya terlebih dahulu akan membahas teknis penerapan mini lockdown di wilayah zona merah.

“Teknisnya dibahas mana saja kegiatan masyarakat yang diperketat, harus dbicara dengan tokoh disana (wilayah yang zona merah),” paparnya.

Ema menyebutkan bahwa konsep mini lockdown tidak jauh berbeda dengan konsep pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) yang pernah dilakukan di kawasan Secapa AD, Hegarmanah beberapa waktu lalu.

Di mana di sana sempat dilakukan pembatasan terhadap aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas perekonomian.

Lebih lanjut Ema menambahkan, apabila kebijakan mini lockdown disertai kebijakan membatasi masyarakat dari luar Kota Bandung maka arus lalu lintas orang harus terkontrol dengan rekam jejaknya (riwayat perjalanan) yang harus dilacak.

Berdasarkan data pusat informasi penanganan Covid-19 Kota Bandung, jumlah kasus covid-19 hingga Rabu (30/9) mencapai 129 kasus aktif, 1.127 kasus sembuh dan 58 orang meninggal dunia. (*)

sumber: RRI

Pos terkait