Wow! Karena Malu, Negara-Negara Maju Ini Menghapus 5 Wilayah dan Kota Ini dari Peta

HALOBDG.com – Bila mendengar nama sebuah negara maju, apa yang ada dalam pikiran kamu, Guys? Tentunya, tidak jauh dari bayangan sebuah negara dengan kemajuan teknologi yang sangat tinggi.

Memiliki lingkungan yang modern dan ditata dengan nilai estetika yang juga diperhitungkan sangat matang.

Bacaan Lainnya

Namun, tahukah kamu? Di antara sekian negara maju yang kita kenal tersebut, ada beberapa negara yang ternyata memiliki sebuah kota, atau wilayah yang sangat jauh dari bayangan kita.

Lingkungan yang kumuh, kotor serta memiliki tingkat kejahatan yang sangat tinggi. Saking malunya pada kenyataan tersebut, maka pemerintah  negara mereka pun menghapus nama kota serta wilayah-wilayah itu dari peta, lo.

Ingin tahu nama kota dan wilayah yang dihilangkan dalam peta negara-negara maju tersebut? Simak, yuk, Guys!

5 Kota di Negara-Negara Maju yang Hilang di Peta

1. Kota Kamagasaki di Jepang

Selain dikenal sebagai salah satu negara paling maju di Dunia, Jepang juga terkenal sebagai salah satu negara terbersih di dunia.

Namun siapa sangka, di balik segala kemajuan teknologi serta kebersihannya yang terkenal di seluruh dunia, Jepang ternyata memiliki sebuah kota yang berbanding terbalik dari semua predikat positifnya selama ini.

Kamagasaki, itulah nama kota tersebut. Sebuah kota yang masuk ke dalam Distrik Nishinari, di Osaka ini, merupakan sebuah distrik yang sangat kumuh.

Tidak terlalu pasti berapa populasi kota ini sesungguhnya, namun yang jelas, tingkat pengangguran yang tinggi, para tunawisma yang memenuhi setiap sudut jalanan kota tersebut, sangat berbanding terbalik dengan Kota Osaka, yang memiliki predikat sebagai salah satu kota terbesar dan termodern di Jepang.

Karena hal tersebut, saking malunya, pemerintah tidak mengizinkan Kamagasaki masuk ke dalam peta resmi negara Jepang.

2. Distrik Guryong di Seoul, Korea Selatan

Siapa yang pernah menduga bila di sisi lain kota seoul, Korea Selatan, terdapat sebuah distrik yang dapat langsung menghilangkan image kota Seoul yang megah.

Distrik yang lebih cocok disebut dengan wilayah kumuh tersebut, mirisnya terletak hanya selemparan batu dari distrik Gangnam, yang sangat terkenal.

Selain kumuh, ternyata distrik tersebut hanya dihuni oleh orang-orang tua tak berpenghasilan, yang tinggal sebatang kara. Duh, miris sekali, ya!

3. The Jungle di Sillicon Valley, California

Bila mendengar nama Sillicon Valley, pasti yang terbayang adalah sebuah tempat di mana perusahaan-perusahaan teknologi raksasa berdiri di sana.

Tidak hanya perusahaan-perusahaan besar, namun banyak pula pemukiman mewah para pesohor dan para CEO perusahaan-perusahaan tersebut berdiri.

Namun, ternyata di sana ada sebuah wilayah pemukiman kumuh yang dihuni oleh setidaknya 7600 orang tunawisma, yang berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan, dalam kawasan yang diberi nama, The Jungle.

Mereka hidup beralaskan tanah dan beratapkan langit. Hanya bangunan-bangunan dari terpal yang tampak terhampar di pemukiman tersebut.

Sangat memprihatinkan memang, terutama bila mengingat Amerika Serikat adalah sebuah negara adidaya yang sangat terkenal dengan kemajuannya.

Namun, kabar terakhir menyebutkan, bahwa pemerintah setempat telah membereskan kawasan tersebut.

4. Kawasan Sonapur, Dubai

Dubai, sebuah kawasan di Timur Tengah yang sangat terkenal dengan kemewahan serta gemerlap gaya hidup masyarakatnya.

Gedung-gedung indah perkantoran dan tempat tinggal, tersebar di hampir seluruh kawasannya.

Di balik segala gemerlap kemewahan tersebut, ada kawasan pekerja imigran dari berbagai negara Asia yang tinggal di suatu tempat kumuh dengan cara hidup yang sangat jauh dari standar hidup layak.

Kawasan tersebut menjadi tanggung jawab sebuah perusahaan konstruksi yang bernama Arabtec.

Kawasan ini sebenarnya tidak memiliki nama resmi, namun orang-orang biasa menyebutnya dengan nama kawasan Sonapur.

5. Kawasan Schwarzer Kanal, Berlin, Jerman

Bila kamu memiliki kesempatan untuk melancong ke negara Jerman, cobalah untuk sesekali melepaskan diri dari tour guide kamu, Guys.

Bila biasanya para tour guide akan mengarahkan  kamu pada tempat wisata sejarah seperti museum yang memiliki bangunan bergaya Gothic yang indah seperti di Reichstag, Bradenburg Tor, Check Point Charlie serta Berlin Wall.

Maka bila kamu dapat sedikit saja melipir dari jadwal resmi mereka, maka semua bayangan yang kamu dapat dari gambar-gambar di kartu pos atau majalah pariwisata, dijamin akan lenyap seketika.

Ya, di Berlin, Jerman, Ternyata banyak sekali tunawisma, yang ternyata adalah orang-orang yang hidup dengan menganut Free life Style, atau mudahnya, orang-orang malas yang memang menolak untuk bekerja, bukan karena tidak ada lapangan pekerjaan. Bahkan, komunitas ini memiliki nama, lo, Guys, yaitu Schwarzer.

Sehingga, kawasan kumuh ini pun diberi nama Schwarzer Kanal. Jangan merasa heran, Guys, bila di perempatan lampu merah tiba-tiba ada orang mengetuk-ngetuk kaca mobil dan menjulurkan tangan meminta uang. Wah, sama saja dengan di Jakarta atau kota-kota lain di Indonesia, ya!

So, jangan mudah terpesona akan predikat maju dan modernnya sebuah negara, ya. Karena di balik segala teknologi, modernitas, dan segala sesuatu yang tampak “Wah” ditampilkan media, pasti ada sisi-sisi lain yang tidak mereka tampilkan karena berbagai alasan. Jadi, bijaklah untuk menyerap segala informasi yang kita lihat di media, ya, Guys!

Pos terkait