6 Kiat Membiasakan Anak Rajin Sholat Sejak Dini, Apa Sajakah Itu?

Kiat Membiasakan Anak Rajin Sholat Sejak Dini
Ilustrasi foto: pexel

HALOBDG.com – Membiasakan anak untuk rajin sholat sejak dini sangat penting dilakukan.

Anak harus tahu, bahwa salat merupakan ibadah wajib yang merupakan merupakan pilar penting islam setelah syahadat.

Bacaan Lainnya

Kadangkala, ada anak yang ketika disuruh untuk salat sulit atau bahkan tidak mau. Menjalankan sholat itu harus berdasarkan niat dan ketulusan dari hati. Orang tua perlu kiat membiasakan anak rajin sholat, simak daftarnya berikut ya!

1. Ajari anak untuk rajin sholat sejak dini

Agar sholat menjadi kebiasaan hingga dewasa, maka perlu diajarkan sejak dini. Anak sudah harus dibiasakan salat sejak usia tujuh tahun.

Meskipun begitu kamu bisa mengajari mereka sejak usia lebih dini, misalnya ajak duduk di sampingmu ketika salat, mengajarkan doa, atau surat pendek, dsb.

Pada dasarnya anak kecil memiliki rasa rasa ingin tahu yang tinggi. Tekankan pada mereka bahwa sholat merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah.

Ajari juga tentang tentang adab, tata cara, syarat, dan rukun salat, sehingga membuat mereka lebih semangat belajar.

2. Beri contoh atau teladan menjalankan salat

Orang tua perlu tahu bahwa melatih anak rajin sholat tidak cukup hanya dengan memberi perintah saja.

Kamu perlu memberikan contoh dan keteladanan dengan baik. Misalnya beri contoh bagaimana melakukan wudhu yang benar, bagaimana menjalankan sholat yang sesuai syariat Islam, serta beri keteladanan kapan saja waktu terbaik menjalankan salat.

3. Berikan pengertian dengan media visual

tips agar anak rajin sholat Foto: tirto.id

Karakteristik anak kebanyakan lebih mudah belajar melalui media visual seperti gambar, dibanding memahami hal yang abstrak. Maka dari itu, bantu anak untuk mengingat waktu salat dengan media seperti pohon salat.

Misalnya ketika anak tepat waktu menjalankan sholat, minta mereka untuk memberikan stiker wajah tersenyum pada daunya. Sedangkan jika mereka telat, daun harus diberi stiker wajah marah. Berikan pengertian pada anak jika mereka telat melaksanakan sholat, maka Allah akan marah dan murka.

4. Meluangkan waktu untuk salat berjamaah

Anak biasanya akan mengikuti kebiasaan orangtuanya. Jadi, jadikan sholat sebagai praktik kolektif misalnya dengan melakukan salat berjamaah setiap hari.

Hal ini bisa mendorong mereka untuk lebih giat dan memaknai positif tentang kewajiban salat.

Misalnya ketika salat berjamaah, beri peran anak untuk melakukan adzan sedangkan ayah berperan sebagai imam salat.

Ajari pula mereka untuk bangun subuh, lalu ajak sholat berjamaah ke masjid sesering mungkin. Meskipun awalnya malas, namun hal ini bisa membuat mereka terbiasa hingga dewasa.

5. Siapkan ruang khusus tempat anak salat

Siapkan juga ruang istimewa sebagai tempat mereka melaksanakan sholat. Kamu bisa menyiapkan sebuah ruangan atau sudut khusus di rumah yang sekiranya nyaman.

Dengan cara ini anak akan sadar bahwa ibadah salat memang kegiatan yang istimewa dan penting sehingga memiliki ruang tersendiri. Hal ini memotivasi mereka untuk lebih giat dan tertib melaksanakannya.

6. Mengenalkan anak kepada Allah

Kadang kala anak akan bertanya-tanya apa sih pentingnya sholat? Nah, orang tua harus memberikan pemahaman pada anak bahwa salat bukan hanya dijadikan ritual, melainkan sarana koneksi spiritual dan emosional dengan Allah SWT. Dengan demikian, maka mereka tak akan malas lagi melaksanakannya.

Beri pemahaman mereka sejak kecil bagaimana Allah menciptakan langit, bumi, serta makhluk hidup yang ada di dalamnya, dan menyediakan semua hal yang bisa mereka nikmati hingga saat kini.

Jelaskan bagaimana Allah menyayangi dan menolong setiap umatnya, dsb. Jika dalam diri mereka tertanam rasa cinta kepada Allah, maka semangatnya untuk beribadah semakin besar.

Kamu bisa menerapkan kiat di atas untuk membiasakan anak rajin sholat. Meskipun tidak semudah itu, asal kamu membimbing dengan telaten mereka pasti bisa membiasakannya. Jika anak lalai melakukan sholat, kamu boleh memberikan hukuman namun yang positif.

Pos terkait