Begini Cerita Pasien Positif Covid-19 di Jabar setelah Dinyatakan Sembuh

  • Whatsapp
Ruang Isolasi RSHS Bandung
Ruang Isolasi RSHS Bandung. (dok humasjabar)

HALObdg – Seorang pasien positif COVID-19 di Jawa Barat bernama Yusuf Ridwansyah diizinkan pulang oleh pihak Rumah Sakit Umum Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah dinyatakan sembuh.

Yusuf bercerita, ia dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan test swab dan proses PCR (Polymerase Chain Reaction) sebanyak tiga kali di RSHS.

Bacaan Lainnya

Sedangkan, hasil tes kedua dan ketiga, negatif. Maka itu, ia diizinkan pulang dan kembali melakukan isolasi mandiri di rumah.

Sebelum dinyatakan positif COVID-19, kata Yusuf, ia tak mengalami gejala-gejala terinfeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Virus (SARS-CoV-2), virus penyebab COVID-19.

Akan tetapi, karena memiliki interaksi sosial tinggi dan rentan terpapar virus, Yusuf mengikuti proaktif tes yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar, Minggu (14/3/20).

“Saya dijemput pakai ambulans lengkap (sehari setelah dinyatakan positif). Supir dan pendamping semua pakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Saya masuk ambulans dan tidak berbicara apapun,” imbuhnya.

Yusup mengungkapkan tenaga kesehatan yang menangani COVID-19 paham betul akan prosedur medis. Dari mulai proses penjemputan sampai perawatan.

Baca Juga: 15 Pasien Positif Corona di Bandung, Kadinkes: Jangan Panik, Tak Bergejala Tak perlu Tes Covid-19

Selain itu, kata dia, dokter dan perawat rutin menginformasikan beberapa hal penting soal COVID-19.

“Kemudian, dokter dan perawat, ngecek suhu, oksigen, itu dua kali satu hari. Cek darah dan macam-macam tiga hari sekali. Cek juga apakah ada pneumonia,” katanya.

Menurut Yusuf semua orang mesti bahu-membahu melawan COVID-19. Pasien positif dan tenaga medis berjibaku di rumah sakit. Sementara yang lain bertanggung jawab pada diri sendiri, keluarga, rekan, dan lingkungan.

Baca juga:36 Istilah Populer Seputar Virus Corona yang Wajib Diketahui Agar Selalu Waspada

Bentuk tanggung jawab itu terwujud dalam physical distancing sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

“Kita punya potensi menularkan ke yang lain. Sebenarnya, penyakit ini bukan penyakitnya tapi penyebarannya. Jadi, kita bertanggung jawab dengan semua sikap kita. Bukan tentang kita, tapi orang sekeliling kita,” pungkasnya.

 

Pos terkait