Rampungkan RAT, Primkopkar Perhutani KPH Bandung Utara Eksis Jadi Koperasi Sehat Ditengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp

BANDUNG,- Usai menjalani proses Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara daring dengan anggota, Primer Koperasi Karyawan (Primkopkar) Perhutani KPH Bandung Utara  bulatkan sejumlah putusan terkait RAT tahun buku 2019. Putusan tersebut diambil usai terlaksananya pertemuan terbatas di Aula Kantor KPH Bandung Utara, Senin (12/5).

Ketua Primkopkar Perhutani KPH Bandung Utara Reni Sureni mengatakan berbeda dengan tahun sebelumnya RAT tahun ini harus dilaksanakan tidak dengan tatap muka langsung sesuai protokol kesehatan covid-19.

Bacaan Lainnya

Oleh sebab itu, sesuai dengan arahan dan petunjuk dari Dekopinda Jawa Barat, Primkopkar Perhutani KPH Bandung Utara memilih opsi melaksanakan RAT secara online melalui media sosial whatsApp grup dan form sirkulir berupa softcopy microsoft excel yang dikoordinir oleh komisaris daerah (komda) masing-masing.

“Melalui media tersebut para anggota menyampaikan suara, saran, masukan serta evaluasi kinerja kepengurusan. Sekaligus menerima dokumen-dokumen laporan pertanggung jawaban dalam bentuk pdf. Hasil suara dari anggota kemudian dikoordinir oleh tiap komda untuk dibulatkan hasil akhirnya lewat RAT perwakilan,” terangnya.

Terkait pertemuan terbatas, Reni menyebutkan pertemuan tersebut hanya dihadiri beberapa orang saja sebagai perwakilan, mulai dari pengurus koperasi, pembina, pengawas dan komda. Tujuannya hanya untuk membulatkan keputusan akhir dari suara yang sudah dihimpun dari anggota. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah kerumunan atau social distancing dan pysical distancing di tengah pandemi covid-19 yang masih mendera.

“Sebagai langkah antisipatif, seluruh peserta rapat diwajibkan mengikuti protokol kesehatan covid-19 yang ketat sebelum memasuki ruangan rapat. Seperti wajib menggunakan masker, pengecekan suhu tubuh, penyemprotan hand sanitizer, jaga jarak aman dan lain sebagainya,” sebutnya.

Reni menuturkan adapun putusan yang diambil lewat pertemuan terbatas tersebut diantaranya, biaya RAT bisa dicairkan maksimal sebelum tanggal 15 Mei 2020 ini. Dengan begitu, hasil ini bisa menjadi angin segar bagi para anggota ditengah badai covid-19. Selanjutnya, mengenai kepengurusan telah disepakati bahwa kepengurusan ini akan dilanjutkan hingga RAT tahun buku 2020 yang akan dilaksanakan tahun 2021 mendatang.

“Sementara untuk Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota sdh dibagikan pada awal April 2019 sesuai hasil permintaan anggota dan  kesepakatan dengan jajaran Pembina, Pengawas dan Komda,” jelasnya.

Reni mengungkapkan RAT tahun buku 2019 ini penting untuk dilaksanakan karena bertepatan dengan berakhirnya masa kepengurusan yang jatuh pada pertengahan tahun 2020, dan itu tidak bisa diputuskan secara aklamasi. Perlu ada musyawarah mufakat. Selain itu, pihaknya juga masih punya beberapa butir kerjasama yang mesti diurus. Sehingga, tidak mungkin dilakukan dengan kepengurusan yang kosong,

“Semua putusan yang diambil dari RAT ini kami buat berita acaranya sebagai legalitas hukum yang sah. Kami harap eksistensi koperasi ini bisa menjadi solusi permasalahan ekonomi bagi anggota di tengah masa pandemi covid-19,” harapnya.

Pembina Primkopkar yang juga Administratur Perhutani KPH Bandung Utara Komarudin dalam sambutannya menyatakan pihaknya bersyukur bahwa Perhutani KPH Bandung Utara memiliki koperasi yang maju bahkan mendapat penghargaan dari Dekopinda Jawa Barat beberapa waktu lalu. Selain itu, Primkopkar Perhutani KPH Bandung Utara juga mempunyai beberapa usaha strategis salah satunya mengelola usaha parkir di kawasan wisata Orchid Forest, Cikole Lembang.

“Alhamdulillah berdasarkan laporan, koperasi ini juga sehat bahkan surplus secara keuangan dan memiliki aset yang cukup besar,” katanya.

Komarudin menuturkan dilihat dari data dan laporan mengenai simpan pinjam, Primkopkar Perhutani KPH Bandung Utara berhasil mengakomodir kesejahteraan anggota. Tercatat, usaha simpan pinjam untuk para anggota relatif merata.

“Agar tetap sehat tentunya tidak hanya pinjamannya saja yang merata, tapi pengembalian atau cicilannya pun harus lancar hingga lunas,” paparnya. (hns)

Pos terkait